Lhokseumawe, 23 Juni 2025 – Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Unit 3 Semester 6 UIN Sultanah Nahrasiyah sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Workshop Kepemimpinan Komisaris dan Pelatihan Software Karya Tulis Ilmiah Dunia”. Kegiatan ini berlangsung seharian penuh, sejak pagi hingga sore, dan bertempat di Aula Perpustakaan UIN Sultanah Nahrasiyah. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Manajemen Diklat.
Kegiatan workshop ini dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama mengangkat tema kepemimpinan dan administrasi komisaris, sementara sesi kedua berfokus pada penguasaan software penunjang penulisan karya ilmiah, seperti Microsoft Word dan Mendeley.
“Kami sengaja menggabungkan dua jenis pelatihan dalam satu hari karena keduanya memiliki urgensi yang sama, baik untuk pengembangan diri di masa kuliah maupun setelah terjun ke dunia kerja,” ujar Syahru, ketua pelaksana kegiatan.
Dua Sesi, Empat Narasumber
Pada sesi pertama, peserta dibekali dengan dua materi penting. Materi “Teknik-Teknik Kepemimpinan Komisaris” disampaikan oleh Bapak Soebroto, S.H., S.M, sedangkan materi “Pengelolaan Administrasi Mahasiswa” dibawakan oleh Dr. Zulkhairi, M.Pd. Dalam sesi kedua, peserta dikenalkan pada software penulisan ilmiah. Pelatihan penggunaan Microsoft Word disampaikan oleh Bapak Panduka Masyuri, sedangkan materi Mendeley dipandu oleh Bapak Fajar.
Menurut panitia, pelaksanaan kegiatan ini ditujukan untuk membekali mahasiswa dengan jiwa kepemimpinan dan literasi teknologi sejak dini. “Kepemimpinan bukan hanya penting di ruang kelas atau organisasi kampus, tetapi akan sangat dibutuhkan ketika kita bekerja atau membangun usaha sendiri nanti,” jelas Syahrou.
Peserta yang hadir berasal dari beragam semester dan bahkan lintas fakultas. Pada sesi pertama, fokus utama adalah mahasiswa dari semester 4 dan 6 jurusan MPI. Namun, karena tingginya minat dari mahasiswa fakultas lain, panitia memutuskan membuka ruang kehadiran secara lebih inklusif.
Hal serupa terjadi di sesi kedua. Meski awalnya ditujukan bagi mahasiswa semester 2, pada hari pelaksanaan juga hadir mahasiswa dari semester 4 dan 6, serta dari fakultas lain seperti Syariah. “Kami tidak membatasi, karena tujuan utamanya adalah berbagi ilmu dan keterampilan,” kata Syahrou.
Pelaksanaan workshop ini diakui tidak lepas dari berbagai kendala. Pendaftaran peserta hanya dibuka dalam waktu 4–5 hari, sehingga kuota tidak terpenuhi melalui pendaftaran online. Panitia akhirnya melakukan pendekatan langsung dengan mahasiswa dari berbagai semester agar dapat hadir.
Selain itu, Syahrou mengungkapkan adanya tantangan dalam hal teknis, seperti proses peminjaman alat, sound system, dan aula yang memerlukan komunikasi intensif. Bahkan, beberapa perubahan susunan perlengkapan saat hari H menyebabkan keterlambatan jadwal pembukaan kegiatan. “Harusnya dimulai pukul 08.00 WIB, tapi sempat molor karena perlengkapan yang tidak sesuai dengan rencana awal,” jelasnya.
Meski demikian, kegiatan ini mendapatkan respons yang sangat baik dari peserta. Materi dari narasumber dinilai menarik, bahkan dibawakan dengan pantun dan diskusi yang menghidupkan suasana. Peserta membawa laptop masing-masing dan langsung mempraktikkan penggunaan software yang diajarkan.
Syahru menyampaikan bahwa dirinya berharap kegiatan seperti ini bisa dilanjutkan dengan durasi yang lebih panjang dan fokus yang lebih spesifik. “Materi seperti Microsoft Word dan Mendeley butuh waktu lebih dari satu sesi. Untuk bisa benar-benar memahami fitur-fitur pentingnya, idealnya pelatihan ini berlangsung 2–3 hari,” jelasnya.
“Kami ingin mahasiswa bukan hanya paham secara teori, tapi bisa langsung praktik dan siap menghadapi dunia akademik maupun dunia kerja,” tutup Syahru.

0 Komentar