Perpustakaan Nasional sendiri didirikan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0164/0/1980, dan kemudian secara kelembagaan semakin diperkuat dengan Keputusan Presiden pada tahun 1989. Perpustakaan ini dikembangkan dengan tiga konsep utama, yakni sebagai warisan budaya, infrastruktur nasional, dan layanan komprehensif bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga pusat layanan informasi yang strategis untuk pembangunan bangsa.
Peringatan Hari Nasional Perpustakaan biasanya diisi dengan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan minat membaca, seperti mengunjungi perpustakaan, membaca buku, mendonasikan buku, serta mengadakan seminar dan lomba literasi. Kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai buku dan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan inspirasi.
Dengan adanya Hari Perpustakaan Nasional, diharapkan kesadaran akan pentingnya literasi semakin meningkat, sehingga dapat mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Perpustakaan sebagai jantung pengetahuan menjadi pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga kelestarian budaya literasi di Indonesia.
by : putri nadsyua fonna (riset dan publikasi 2025)

0 Komentar