Hari Solidaritas Asia-Afrika diperingati setiap tanggal 24 April


Hari Solidaritas Asia-Afrika diperingati setiap tanggal 24 April sebagai bentuk
penghormatan dan pengukuhan solidaritas antara negara-negara di benua Asia dan Afrika. Penetapan hari ini pertama kali dilakukan pada tahun 2015 bertepatan dengan peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika yang berlangsung di Bandung pada tahun 1955. Kota Bandung sendiri diangkat sebagai Ibu Kota Solidaritas Asia-Afrika sebagai simbol persatuan dan kerja sama antar kedua benua tersebut.

Konferensi Asia-Afrika yang digelar pada 18-24 April 1955 merupakan tonggak sejarah penting yang melahirkan semangat solidaritas dan kerja sama di antara negara-negara Asia dan Afrika. Konferensi ini dihadiri oleh 29 negara dan menghasilkan Deklarasi Dasasila Bandung yang berisi prinsip-prinsip kerja sama di bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya. Konferensi ini juga menjadi momen penting dalam perjuangan kemerdekaan dan penentuan nasib sendiri bagi banyak negara yang saat itu masih dijajah.

Hari Solidaritas Asia-Afrika mengingatkan kita pada pentingnya persatuan dan kerjasama lintas negara dalam menghadapi berbagai tantangan global, seperti penjajahan, konflik, dan ketidakadilan. Semangat yang lahir dari konferensi tersebut masih relevan hingga kini, terutama dalam menghadapi isu-isu seperti perdamaian dunia, hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa solidaritas antar bangsa adalah kunci untuk mencapai kemakmuran dan keamanan bersama.

Selain sebagai penghormatan sejarah, Hari Solidaritas Asia-Afrika juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral dan multilateral antara negara- negara Asia dan Afrika. Di tengah tantangan global seperti pandemi dan perubahan ekonomi dunia, semangat solidaritas ini mendorong kerja sama yang lebih erat dalam berbagai bidang. Dengan demikian, peringatan ini bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menginspirasi langkah nyata untuk masa depan yang lebih baik bagi kedua benua.

by : putri nadsyua fonna ( bidang riset & publikasi 2025 )

Posting Komentar

0 Komentar